INFO PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN(PDPI) dari KKP [13-15 September 2013 ] : DPI Jawa Bali dan Nusa Tenggara : DPI (122’34’’21.9’’’BT, 9’12’’3.1’’’LS) Potensi (111’18’’54.2’’’BT, 8’46’’7.7’’’LS) (112’4’’59.4’’’BT, 8’27’’50.7’’’LS) (115’28’’3.7’’’, 9’7’’43.9’’’LS) (115’26’’37.2’’’BT, 9’26’’27.2’’’LS) (107’17’’23.2’’’BT, 8’0’’2.5’’’LS) DPI Kalimantan : -- DPI Maluku Papua : -- DPI Sumatera : Potensi (104’55’’48.3’’’BT, 6’27’’52.0’’’LS) DPI Sulawesi : Potensi (118’43’’55.8’’’BT, 1’45’’35.1’’’LS)

Monday, July 15, 2013

POTENSI BUDIDAYA SIDAT

Pertambahan penduduk dunia mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan sumber protein makanan; dari daging dan ikan. Dari lini perikanan, penangkapan ikan yang hampir tidak terkendali, dampak pencemaran laut oleh limbah rumah tangga, industri atau tumpahan minyak yang semakin meluas, mengurangi dan memutus siklus kehidupan ikan.

Karena gangguan siklus itu terjadi di perairan seluruh dunia, alhasil perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan semakin besar dan tajam. Pada sisi lain manfaat ikan semakin disadari sebagai pemacu pertumbuhan tubuh manusia, peningkatan kemampuan otak manusia, mencegah penyakit kolestrol, penyakit jantung, serta manfaat lain bagi kesehatan manusia. Tak ayal kebutuhan ikan semakin bertambah tambah.


Ikan sidat. Foto: IST.









  Gambar 1. Ikan sidat (anguilla sp)


Salah satu jenis ikan yang dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat di Jepang dan Korea adalah ikan sidat (anguilla anguilla). Adapun sidat dalam bahasa Jepang adalah unagi. Di sana, sidat yang menjadi favorit adalah jenis anguilla bicolor. Bentuk sidat secara kasat mata, seperti belut. Namun struktur anatomi tubuh mereka sangat kompleks ketimbang belut, terlebih kandungan manfaat yang terkandung di dalamnya, bagi kesehatan manusia.

Dengan mengkonsumsi sidat secara teratur, menurut para peneliti Jepang dan Korea, disamping memacu pertumbuhan tinggi, badan juga menstimulasi intelektual bangsa. Itu penting bagi mereka yang merupakan negara industri dan modern. Bahkan Eropa pun mulai menjadi pasar yang potensial, karena mereka juga mulai banyak mengkonsumsi ikan.

Jepang sendiri mengimpor ikan sidat dari Cina dan Vietnam, hampir 500 ribu ton pertahun. Dan itu terus tetap bertambah seiring permintaan. Namun belakangan sukar dipenuhi karena pencemaran lingkungan di kedua negara itu pun telah semakin parah akibat pertumbuhan industri.

Ikan sidat atau unagi, bukanlah makanan biasa, karena termasuk mahal di resetoran Jepang. Sehingga bila ada tamu yang dijamu dengan hidangan makanan tersebut, artinya mereka adalah tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pebisnis besar dan terkenal atau para tokoh penting.


sidat


Karenanya, yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Sasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun.

Indonesia hingga saat ini belum bisa banyak berbuat, walau ada tiga wilayah khusus di perairan Indonesia sebagai tempat pengembangan benih ikan sidat. Ketiganya adalah Teluk Toli Toli, Sorong Barat, dan Pelabuhan Ratu.

Pasalnya, ciri khas ikan sidat sangat unik, yaitu memijah (beranak) dilaut dalam, larvanya terbawa ke muara muara sungai, dan membesar di air tawar. Mereka pun kembali ke laut untuk kawin, dan kembali ke laut dalam untuk beranak serta mengakhiri hidupnya di lautan dalam tersebut.

Wajar bila di Indonesia, penangkapan sidat yang ada saat ini sangat terbatas dalam jumlah kecil. Perlu pengembangan melalui budi daya mutakhir dan besar-besaran bilamana hendak dijadikan komoditi ekspor yang potensial. (www.birukelautan.com)

Saturday, July 13, 2013

Cara Menonaktifkan Akun Facebook

Ada 2 cara untuk menonaktifkan facebook diantaranya dengan menonaktifkan facebook sementara atau menonaktifkannya secara permanen. untuk itu ada beberapa langkah yang cukup mudah untuk kalian ikuti, berikut ini silahkan disimak langkah langkah cara menonaktifkan facebook.



Cara Menonaktifkan Akun Facebook Sementara

1. Pertama login dulu ke akun facebook kalian.

2. Silahkan menuju halaman penonaktifan facebook dengan cara klik Link ini https://www.facebook.com/deactivate.php.

3. Setelah halaman penonaktifan yang kalian klik pada point ke 2 terbuka, disitu ada pertanyaan tentang alasan kalian menutup akun facebook, Langsung isikan alasan kalian.

4. Kemudian klik nonaktifkan pada bagian bawah serta masukkan password kalian dan konfirmasi.

5. Dengan cara ini secara otomatis akun kalian tidak akan aktif sampai kalian login kembali.
cara ini cukup mudah dan aman. Ketika kalian menonaktifkan akun facebook kalian, teman-teman kalian tidak dapat mengakses profil facebook anda. dan suatu saat ketika kalian ingin menggunakan facebook kalian tidak perlu membuat akun baru, kalian hanya perlu login kembali.

Cara Menonkatifkan Akun Facebook Permanen

1. Langkah pertama yang bisa kalian lakukan adalah, kirimkan email permohonan untuk menutup akun facebook ke alamat privacy@facebook.com atau support@facebook.com atau info@facebook.com

2. Tunggu beberapa hari sampai kalian mendapat respon (Balasan email) dari facebook

3. Jika kalian sudah mendapatkan respon dari facebook, jika kalian yakin ingin menonaktifkan facebook yang perlu kalian lakukan adalah jangan login ke akun facebook kalian selama 14 hari. Namun jika anda berubah pikiran, kalian dapat membatalkannya dengan login ke akun kalian sebelum 14 hari.

Monday, July 8, 2013

Awan dan Proses Pembentukkannya

Proses Pembentukan Awan

Udara di sekeliling kita banyak mengandung uap air.  Tidak terhitung banyaknya gelembung udara yang terbentuk oleh busa laut secara terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air terangkat ke langit. Partikel-partikel yang disebut dengan aerosol inilah yang berfungsi sebagai perangkap air dan selanjutnya akan membentuk titik-titik air. Selanjutnya aerosol ini naik ke atmosfer, dan bila sejumlah besar udara terangkat ke lapisan yang lebih tinggi, maka ia akan mengalami pendinginan dan selanjutnya mengembun. Kumpulan titik-titik air hasil dari uap air dalam udara yang mengembun inilah yang terlihat sebagai awan. Makin banyak udara yang mengembun, makin besar awan yang terbentuk.
Awan yang dijadikan sasaran dalam kegiatan hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang aktif, dicirikan dangan bentuknya yang seperti bunga kol. Awan Cumulus terjadi karena proses konveksi. Secara lebih rinci awan Cumulus terbagi dalam 3 jenis, yaitu: Strato Cumulus (Sc) yaitu awan Cumulus yang barau tumbuh ; Cumulus, dan Cumulonimbus (Cb) yaitu awan Cumulus yang sangat besar dan mungkin terdiri beberapa awan Cumulus yang bergabung menjadi satu.
Jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol, merupakan jenis awan yang dijadikan sebagai sasaran penyemaian dalam kegiatan hujan buatan

Awan Dingin dan Awan Hangat

Berdasarkan suhu lingkungan fisik atmosfer dimana awan tersebut berkembang, awan dibedakan atas awan dingin (cold cloud) dan awan hangat (warm cloud). Terminologi awan dingin diberikan untuk awan yang semua bagiannya berada pada lingkungan atmosfer dengan suhu di bawah titik beku (< 00C), sedangkan awan hangat adalah awan yang semua bagiannya berada diatas titik beku ( > 00C).
Awan dingin kebanyakan adalah awan yang berada pada daerah lintang menengah dan tinggi, dimana suhu udara dekat permukaan tanah saja bisa mencapai nilai <00c nbsp="" p="">
 Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Dingin


Pada awan dingin hujan dimulai dari adanya kristal-kristal es. yang berkembang membesar melalui dua cara yaitu deposit uap air atau air super dingin (supercooled water) langsung pada kristal es atau melalui penggabungan menjadi butiran es. Keberadaan kristal es sangat penting dalam pembentukan hujan pada awan dingin, sehingga pembentukan hujan dari awan dingin sering juga disebut proses kristal es.
Hujan, salju dan hujan batu es terutama disebabkan oleh air yang menjadi dingin. Salju terbentuk dalam atmosfer atas yang suhunya dibawah titik beku. Waktu jatuh lewat atmosfer salju mencair dan menjadi hujan. Pada musim dingin, salju jatuh tanpa menjadi cair dan masih berbentuk salju. Butiran salju terdiri dari kristal es kecil-kecil.

Sewaktu udara naik lebih tinggi ke atmosfer, terbentuklah titik-titik air, dan terbentuklah awan. Ketika sampai pada ketinggian tertentu yang sumbunya berada di bawah titik beku, awan itu membeku menjadi kristal es kecil-kecil. Udara sekelilingnya yang tidak begitu dingin membeku pada kristal tadi. Dengan demikian kristal bertambah besar dan menjadi butir-butir salju. Bila menjadi terlalu berat, salju itu turun. Bila melalui udara lebih hangat, salju itu mencair menjadi hujan. Pada musim dingin salju jatuh tanpa mencair.

Proses Terjadinya Hujan Pada Awan Hangat

Ketika uap air terangkat naik ke atmosfer, baik oleh aktivitas konveksi ataupun oleh proses orografis (karena adanya halangan gunung atau bukit), maka pada level tertentu partikel aerosol (berukuran 0,01 – 0,1 mikron) yang banyak beterbangan di udara akan berfungsi sebagai inti kondensasi (condensation nucleus) yang menyebabkan uap air tersebut mengalami pengembunan.Sumber utama inti kondensasi adalah garam yang berasal dari golakan air laut. Karena bersifat higroskofik maka sejak berlangsungnya kondensasi, partikel berubah menjadi tetes cair (droplets) dan kumpulan dari banyak droplets membentuk awan. Partikel air yang mengelilingi kristal garam dan partikel debu menebal, sehingga titik-titik tersebut menjadi lebih berat dari udara, mulai jatuh dari awan sebagai hujan.

Jika diantara partikel terdapat partikel besar (Giant Nuclei : GN : 0,1 – 5 mikron) maka ketika kebanyakan partikel dalam awan baru mencapai sekitar 30 mikron, ia sudah mencapai ukuran sekitar 40 – 50 mikron. Dalam gerak turun ia akan lebih cepat dari yang lainnya sehingga bertindak sebagai kolektor karena sepanjang lintasannya ke bawah ia menumbuk tetes lain yang lebih kecil, bergabung dan jauh menjadi lebih besar lagi (proses tumbukan dan penggabungan). Proses ini berlangsung berulang-ulang dan merambat keseluruh bagian awan. Bila dalam awan terdapat cukup banyak GN maka proses berlangsung secara autokonversi atau reaksi berangkai (Langmuir Chain Reaction) di seluruh awan, dan dimulailah proses hujan dalam awan tersebut, secara fisik terlihat dasar awan menjadi lebih gelap. Hujan turun dari awan bila melalui proses tumbukan dan penggabungan, droplets dapat berkembang menjadi tetes hujan berukuran 1.000 mikron atau lebih besar. Pada keadaan tertentu partikel-partikel dengan spektrum GN tidak tersedia, sehingga proses hujan tidak dapat berlangsung atau dimulai, karena proses tumbukan dan penggabungan tidak terjadi.

Tipikal Ukuran Diameter Tetes Hujan (Rain Drop), Tetes Awan (Cloud Droplet), dan Inti Kondensasi (Condensation Nucleus) ( Sumber : http://rst.gsfc.nasa.gov/Sect14/Sect14 1d.html)

Saturday, July 6, 2013

Teknologi Modifikasi Cuaca





UU RI No. 7 Thn 2004 Sumber Daya Air , Pasal 38, ayat 1 : “Pengembangan fungsi dan manfaat air hujan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf c dilaksanakan dengan mengembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca. (3 ayat di Pasal 38 tentang TMC).

Sejarah Modifikasi Cuaca di Dunia

Sejarah modifikasi cuaca di dunia diawali pada tahun 1946 ketika Vincent Schaefer dan Irving Langmuir mendapatkan fenomena terbentuknya kristal es dalam lemari pendingin, saat schaever secara tidak sengaja melihat hujan yang berasal dari nafasnya waktu membuka lemari es. Kemudian pada tahun 1947, Bernard Vonnegut mendapatkan terjadinya deposit es pada kristal perak iodida (Agl) yang bertindak sebagai inti es. Vonnegut tanpa disengaja suatu hari melihat titik air di udara ketika sebuah pesawat tebang dalam rangka reklame Pepsi Cola, membuat tulisan asap nama minuman itu. Kedua penemuan penting ini adalah merupakan tonggak dimulainya perkembangan modifikasi cuaca di dunia untuk selanjutnya.

Kegiatan modifikasi cuaca di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan istilah hujan buatan dikaji dan diuji pertama kali pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof.Dr.Ing. BJ Habibie melalui Advance Teknologi sebagai embrio Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dibawah asistensi Prof. Devakul dari Royal Rainmaking Thailand.

Pada Tahun 1985 dibentuk satu unit di BPPT yang bernama Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan (UPT-HB) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi / Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi No: SK/342/KA/BPPT/XII/1985 fungsinya adalah memberikan pelayanan dalam hal meningkatkan intensitas (menambah) curah hujan sebagai upaya Pemerintah dalam menjaga ketersediaan air pada waduk yang berfungsi sebagai sumber air untuk irigasi dan PLTA.

TMC Dapat Menambah Curah Hujan 

Prinsip dasar penerapan TMC untuk menambah curah hujan adalah mengupayakan agar proses terjadinya hujan menjadi lebih efektif. Upaya dilakukan dengan cara mempengaruhi proses fisika yang terjadi di dalam awan, yang dapat dilakukan dengan dua cara, tergantung dimana lingkungan awan tersebut berada. Untuk bagian awan dingin, curah hujan akan bertambah jika proses pembentukan es di dalam awan juga semakin efektif. Proses pembentukan es dalam awan akan semakin efektif jika awan disemai dengan menggunakan bahan semai berupa perak iodida (Agl).
Untuk bagian awan hangat, upaya dilakukan dengan menambahkan partikel higroskopik dalam spektrum Ultra Giant Nuclei (UGN : berukuran lebih dari 5 mikron ) ke dalam awan yang sedang dalam masa berkembang atau matang sehingga proses hujan dapat segera dimulai serta berkembang ke seluruh awan. Penambahan partikel dengan spektrum CCN (Cloud Condencation Nucleus: Inti Kondensasi Awan) tidak perlu dilakukan, karena partikel dengan spektrum ini sudah disediakan sendiri oleh alam. Dengan demikian awan tidak perlu dibuat, karena dengan tersedianya CCN awan dapat terbentuk dengan sendirinya bila kelembaban udara cukup. Pada kondisi tertentu, dengan masuknya partikel higroskopik berukuran UGN kedalam awan, maka proses hujan (tumbukan dan penggabungan) dapat dimulai lebih awal, durasi hujan lebih lama, dan daerah hujan pada awan semakin luas, serta frekuensi hujan di tanah semakin tinggi. Dari sinilah didapatkan tambahan curah hujan. Injeksi partikel berukuran UGN ke dalam awan memberikan dua manfaat sekaligus, yang pertama adalah mengefektifkan proses tumbukan dan penggabungan sehingga menginisiasi (mempercepat) terjadinya proses hujan, dan yang kedua adalah mengembangkan proses hujan ke seluruh daerah di dalam awan. Bahan semai yang digunakan adalah bahan yang memiliki sifat higroskopik dalam bentuk super fine powder (berbentuk serbuk yang berukuran sangat halus), paling sering digunakan adalah NaCl, atau bisa juga berupa CaCl2 atau Urea.
Berikut adalah animasi yang menggambarkan perbedaan antara sekuens pertumbuhan awan yang tidak disemai dengan awan yang disemai :

Sekuens awan tidak disemai
5 menit : Kumulus mulai tumbuh.
10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. Awan makin besar
15 Menit : Tetes besar semakin banyak dan mulai terjadi kristal es. Awan mencapai tinggi maksimum
20 menit : Kristal-kristal semakin besar, tetes air di dalam awan berkurang. Kristal es jatuh dan mencair menjadi tetes air hujan.
30 menit : Hujan ringan berlangsung dan awan membuyar.

Sekuens awan yang disemai
5 menit : Kumulus mulai tumbuh.
10 menit : Mulai terjadi tetes-tetes besar. Awan makin besar
15 menit : Sejumlah bahan semai yang terkonsentrasi dimasukan ke dalam awan dari dasar awan maupun dari puncak awan.
20 menit : Terjadi pelepasan panas laten ketika air supercooled membeku menjadi es dan awan tumbuh menjadi sangat besar.
30 menit : Jumlah air yang terlibat di dalam awan semakin besar sehingga curah hujan meningkat.

Sumber: BPPT
              bumn.go.id



Wednesday, July 3, 2013

PROGRAM BEASISWA ERASMUS MUNDUS








Program Erasmus Mundus adalah sebuah program kerjasama dan mobilitas dalam bidang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempromosikan Uni Eropa sebagai pusat keunggulan ilmu di dunia. Program Erasmus Mundus dibiayai oleh Uni Eropa dan terdiri atas Kegiatan 1 sampai dengan 3.

Halaman situs ini hanya mengulas skema Beasiswa Erasmus Mundus yang ditawarkan melalui Kegiatan 1 dan terbuka bagi mahasiswa/i dan akademisi asal negara-negara di luar Uni Eropa untuk studi di Eropa.

Beasiswa Erasmus Mundus adalah bantuan hibah dari Uni Eropa yang bertujuan untuk mendorong dan membuka kesempatan kepada mahasiswa/i lulusan S1 yang memenuhi syarat dari negara-negara di luar Uni Eropa untuk mengikuti Program-program Magister Erasmus Mundus tertentu di Eropa dalam jangka waktu 1-2 tahun.
Tersedia pula dana untuk para akademisi guna melaksanakan tugas mengajar atau penelitian dan kegiatan ilmiah di lembaga-lembaga yang turut serta dalam Program-program Magister Erasmus Mundus untuk kurun waktu maksimum 3 bulan.

Mahasiswa/i:
  • Warga negara yang berasal dari negara-negara di luar Uni Eropa;
  • Tidak terdaftar sebagai penduduk di Negara Anggota Uni Eropa manapun;
  • Belum pernah melakukan kegiatan utamanya (kuliah, bekerja, dll) selama lebih dari 12 bulan dalam 5 tahun terakhir di Negara Anggota Uni Eropa manapun;
  • Telah menyelesaikan pendidikan tingkat S1. Bagi mereka yang telah mendapatkan gelar kesarjanaan pada tingkat akademik yang lebih tinggi juga dapat mendaftar pada Program Magister Erasmus Mundus, selama kriteria penerimaan untuk program tertentu memperbolehkannya;
  • Telah diterima atau telah terdaftar pada sebuah Program Magister Erasmus Mundus (lihat bagian tentang “BAGAIMANA cara mengajukan permohonan?”).
Akademisi:
  • Warga negara yang berasal dari negara-negara di luar Uni Eropa;
  • Bukan terdaftar sebagai penduduk di Negara Anggota Uni Eropa manapun;
  • Belum pernah melakukan kegiatan utamanya (kuliah, bekerja, dll) selama lebih dari 12 bulan dalam 5 tahun terakhir di Negara Anggota Uni Eropa manapun;
  • Memiliki pengalaman akademik dan/atau profesional yang sangat baik;
     
     
    “Warga negara dari negara-negara di luar Uni Eropa” adalah warga negara yang berasal dari semua negara selain dari:
    • 28 Negara Anggota Uni Eropa (Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Perancis, Kroasia, Italia, Siprus, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Hongaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Rumania, Slovenia, Slowakia, Finlandia, Swedia dan Kerajaan Inggris);
    • Negara-negara EEA-EFTA (Islandia, Liechtenstein dan Norwegia);
    • Turki, negara-negara Balkan barat (Albania, Bosnia-Herzegovina, Kosovo berdasarkan Resolusi DK PBB 1244/99, Republik Makedonia bekas Yugoslavia, Montenegro dan Serbia) atau Swiss.
     

APA yang dimaksud dengan Program Magister Erasmus Mundus?
APA saja nilai tambahnya?

  • Program-program Magister Erasmus Mundus merupakan program-program studi yang terpadu pada tingkat magister (tidak diperuntukkan bagi tingkat S1 dan S3) yang ditawarkan oleh Konsorsium Magister Erasmus Mundus;
  • Mahasiswa/i akan menjalani masa kuliah di sekurang-kurangnya 2 dari 3 lembaga pendidikan yang ikut serta dalam program ini yang terletak di 2 negara Eropa yang berbeda. Dalam suatu konsorsium yang minimum terdiri atas 3 universitas (A, B, C), maka mahasiswa/i akan menjalankan perkuliahan di universitas A+B, A+C, B+C atau A+B+C. Akademisi tidak diwajibkan, namun biasanya ditawarkan untuk melaksanakan sebagian dari pekerjaan ilmiah mereka di lembaga pendidikan kedua dalam konsorsium;
  • Program-program Magister Erasmus Mundus akan menghasilkan pemberian gelar kesarjanaan ganda atau bersama;
  • Sebuah Program Magister Erasmus Mundus terdiri atas 60 sampai dengan 120 kredit European Credit Transfer System (ECTS) pada tingkat magister yang memerlukan jangka waktu pendidikan selama 1 hingga 2 tahun akademik;
  • Program-program Magister Erasmus Mundus mencakup berbagai macam disiplin ilmu: ilmu pertanian dan kehutanan, ilmu bisnis dan manajemen, ilmu komunikasi dan informasi, pendidikan dan pengajaran, teknik dan teknologi, humaniora, hukum, dll.

APA yang dimaksud dengan Konsorsium Magister Erasmus Mundus?

Konsorsium Magister Mundus Masters adalah suatu kelompok yang terdiri atas sekurang-kurangnya 3 lembaga pendidikan tinggi dari 3 negara Eropa yang berbeda yang telah dipilih oleh Komisi Eropa untuk melaksanakan Program Magister Erasmus Mundus.

BERAPA nilai bantuan Beasiswa ini?

Beasiswa untuk mahasiswa/i diberikan selama jangka waktu Program Magister, dengan jangka waktu maksimum 2 tahun. Beasiswa adalah senilai € 24.000 per mahasiswa/i untuk program pendidikan 1 tahun (biaya perjalanan, biaya kuliah, tunjangan bulanan, akomodasi, dll) atau € 48.000 per mahasiswa/i untuk jangka waktu 2 tahun.
Tunjangan untuk para akademisi akan diberikan untuk periode 3 bulan, yaitu sebesar € 14.800 per orang (akomodasi, tunjangan bulanan, biaya perjalanan, dll.).
Beasiswa dibayarkan langsung kepada para penerima beasiswa melalui Konsorsium.

BAGAIMANA cara mengajukan permohonan?

Pengajuan permohonan untuk mengikuti Program Magister Erasmus Mundus dan mendapatkan Beasiswa Erasmus Mundus harus disampaikan langsung ke Konsorsium Magister Erasmus Mundus yang menawarkan program tertentu yang diminati. Surat permohonan tidak dapat diajukan ke Komisi Eropa.
Persyaratan khusus dan kriteria penerimaan (misalnya: hasil studi, kemampuan bahasa, dll) ditentukan oleh masing-masing Konsorsium. Persyaratan yang ditentukan antara satu konsorsium dengan konsorsium lainnya dapat saja berbeda.
Saat ini, terdapat 131 Program Magister Erasmus Mundus yang dapat dilihat pada situs ini atau dapat pula dicari melalui Google Search dengan cara mengetik: "Eramus Mundus List". Perlu diketahui bahwa setiap tahunnya, akan ada program-program Magister baru tambahan.

KAPAN batas waktu pengajuan permohonan?

Batas waktu pengajuan permohonan untuk masing-masing Program Magister berbeda dan ditentukan oleh Konsorsium. Batas waktu dapat berkisar dari awal bulan Desember hingga akhir bulan Januari. Silakan klik situs masing-masing Program Magister untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Tahun akademis Program Magister Erasmus Mundus biasanya dimulai antara bulan Agustus dan November.


APA beasiswa Erasmus Mundus dapat berlaku untuk program magister lainnya?

Tidak. Beasiswa Erasmus Mundus secara eksklusif ditujukan untuk Program-program Magister Erasmus Mundus. Dengan kata lain, beasiswa tersebut tidak berlaku untuk mahasiswa/i dan akademisi yang telah diterima oleh program magister lainnya di Eropa.
Akan tetapi, tidak semua mahasiswa/i yang diterima dalam Program Magister Erasmus Mundus akan menerima Beasiswa Erasmus Mundus. Masing-masing Konsorsium Magister Erasmus Mundus menentukan mahasiswa/i mana yang akan menerima beasiswa.
PANDUAN RINGKAS untuk mendaftar pada Program Magister Erasmus Mundus dan Beasiswa Erasmus Mundus:
1. Akses situs ini untuk melihat daftar Program-program Magister yang tersedia saat ini;
2. Pilih Program Magister Erasmus Mundus yang diminati dan klik situsnya untuk mendapatkan rincian tentang penjelasan tentang program, persyaratannya, proses pengajuan permohonan, formulir-formulir dan tenggat waktu.
  
source: 
http://eeas.europa.eu/delegations/indonesia/more_info/erasmus_mundus/index_id.htm

Monday, July 1, 2013

Komunitas fitoplankton di laut










 


Perairan yang berbeda warna di Laut Okhotsk pada 12 Juni 2013 menunjukkan perbedaan struktur komunitas fitoplankton dari satu lokasi ke lokasi berikutnya. Komunitas warna laut pada akhirnya akan  menggunakan data penginderaan jauh, seperti ditunjukkan dalam gambar di atas Aqua-MODIS, untuk lebih memahami keragaman fitoplankton global.

Sumber : oceancolor.gsfc.nasa.gov/

Tuesday, June 25, 2013

Beasiswa Indonesian German Scholarship Programme (IGSP) DIKTI

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI
Jalan Jenderal Sudirman. Pintu I Senayan, Jakarta 10270
Telp. (021) 57946100 (Hunting) Fax. 57946052
Email: subdit_pk@dikti.go.id Homepage: http://dikti.go.id
Pengumuman Pendaftaran Beasiswa Pascasarjana skema IGSP
Ditjen Pendidikan Tinggi Tahun 2014

Sebagai upaya meningkatkan kualifikasi dosen dan calon dosen, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan membuka pendaftaran beasiswa pascasarjana Indonesian German Scholarship Programme (IGSP) untuk alokasi tahun 2014. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap dan calon dosen pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan melanjutkan studi ke jenjang pendidikan Doktor (S3) di Jerman.
Bagi yang berminat melamar beasiswa tersebut, silakan mendaftar secara on-line melalui website: http://beasiswa.dikti.go.id (untuk dosen) atau http://beasiswa.dikti.go.id/ln (untuk calon dosen). Melalui pendaftaran secara on-line ini, setiap pendaftar akan memperoleh nomor registrasi online.

Perlu kami sampaikan bahwa mulai tahun 2013 ini, sistem seleksi berkas lamaran dilakukan melalui sistem online. Oleh karena itu, pelamar yang dipanggil wawancara adalah mereka yang mengunggah berkas lamaran secara lengkap dan memenuhi kriteria yang tercantum dalam Pedoman Program Pascasarjana Luar Negeri Ditjen Pendidikan Tinggi alokasi tahun 2013. Pedoman tersebut tersedia di laman http://beasiswa.dikti.go.id atau http://studi.dikti.go.id
Seleksi wawancara beasiswa pascasarjana melalui skema IGSP untuk studi PhD dimulai pada Winter Semester 2014 akan dilaksanakan pada bulan November 2013 di Jakarta, Indonesia. Untuk itu, pendaftaran secara online dan pengunggahan berkas lamaran dilakukan paling lambat pada 15 Oktober 2013.
Demikian pemberitahuan kami. Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.