INFO PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN(PDPI) dari KKP [13-15 September 2013 ] : DPI Jawa Bali dan Nusa Tenggara : DPI (122’34’’21.9’’’BT, 9’12’’3.1’’’LS) Potensi (111’18’’54.2’’’BT, 8’46’’7.7’’’LS) (112’4’’59.4’’’BT, 8’27’’50.7’’’LS) (115’28’’3.7’’’, 9’7’’43.9’’’LS) (115’26’’37.2’’’BT, 9’26’’27.2’’’LS) (107’17’’23.2’’’BT, 8’0’’2.5’’’LS) DPI Kalimantan : -- DPI Maluku Papua : -- DPI Sumatera : Potensi (104’55’’48.3’’’BT, 6’27’’52.0’’’LS) DPI Sulawesi : Potensi (118’43’’55.8’’’BT, 1’45’’35.1’’’LS)

Thursday, October 27, 2011

Penjelasan Tentang Software MATLAB

1. Penjelasan Tentang Software MATLAB
MATLAB merupakan singkatan dari MATrix LABoratory. Program ini diawali dengan tindakan Cleve Moler yang bergabung dengan koleganya pada pertengahan tahun 1970 demi mengembangkan sebuah software dengan biaya dari The National Science Foundation untuk tujuan membuat subrutin-subrutin dalam pustaka FORTRAN yang dinamai LINPACK dan EISPACK. LINPACK berisi koleksi subrutin untuk penyelesaian persamaan linear, sementara EISPACK adalah koleksi subrutin untuk penyelesaian masalah nilai pribadi (eigenvalue). Baik LINPACK maupun EISPACK pada prinsipnya merupakan program untuk komputasi matriks (Winarno, 2010).
    2.  Sejarah perkembangan MATLAB
        Pada pertengahan tahun 1970, Cleve Moler dan beberapa rekan tergabung dalam       suatu team pengembangan software yang dibiayai oleh The National Science Foundation untuk tujuan membuat subrutin-subrutin dalam pustaka FORTRAN yang dinamai LINPACK dan EISPACK.  LINPACK berisi koleksi subrutin untuk penyelesaian persamaan linear, sementara EISPACK adalah koleksi subrutin untuk penyelesaian masalah nilai pribadi (eigenvalue). Baik LINPACK maupun EISPACK pada prinsipnya merupakan program untuk komputasi matriks.
      Pada penghujung tahun 1970, Cleve ingin dapat mengajarkan kepada mahasiswa     materi aljabar linear di Universitas New Mexico menggunakan LINPACK dan EISPACK tanpa harus menulis rutin-rutin program dalam bahasa FORTRAN. Berdasar keinginan tersebut, Cleve mulai menulis program untuk memberikan kemudahan akses interaktif pada LINPACK dan EISPACK. Cleve menamakan programnya dengan MATLAB yang merupakan singkatan dari MATrix LABoratory. Beberapa tahun kemudian, ketika Cleve berkunjung ke universitas lain untuk berbicara, atau sebagai Visiting Professor, Cleve meninggalkan duplikasi MATLABnya pada komputer di universitas tersebut. Hanya dalam satu atau dua tahun, MATLAB versi pertama ini telah menjadi pembicaraan orang, terutama yang berada dalam komunitas matematika terapan.
        Dari hasil kunjungan Cleve di Universitas Stanford, sekitar awal tahun 1983, John Little, seorang engineer, menampilkan MATLAB dengan memperkenalkan penerapan MATLAB yang potensial dalam bidang-bidang keteknikan. Karena itu, dalam tahun 1983, Little, Moler, dan Steve Bangert membentuk team untuk mengembangkan MATLAB generasi kedua. MATLAB versi ini dibuat menggunakan bahasa C dan terintegrasi dengan grafik. The MathWorks, Inc. didirikan tahun 1984 untuk memasarkan dan melanjutkan pengembangan MATLAB.
3. Contoh Program Matlab
      a. Untuk menentukan T-S diagram yang sangat berguna untuk menentukan properti massa air di oseanografi fisik terdapat program atau subroutine yang bernama t-s diagram Versi 7.8 yang dikembangkan oleh Vihang bhatt  pada 16 April 2009 dan dapat didownload di http://www.mathworks.com/matlabcentral/fileexchange/23796-t-s-diagram.
     b. Untuk membuat plot yang menunjukkan hubungan antara panjang gelombang, periode gelombang air dan kedalaman. Fungsi ini menghasilkan nomograph yang menunjukkan hubungan antara panjang gelombang, periode gelombang air dan kedalaman menggunakan persamaan dispersi yang dikembangkan oleh Gabriel Ruiz
pada 31 Agustus 2006  (Diperbarui 11 Feb 2008) dengan MATLAB 7 (R14) dan dapat didownload di http://www.mathworks.com/matlabcentral/fileexchange/12115-relationship-between-wavelength-wave-period-and-water-depth.
ontoh program (3.b) kita dapat mengubah kisaran kedalamannya yaitu 0-120 meter, selang periode gelombngnya 0,5 sekon dari T=4,5-17 sekon, dan panjang gelombangnya 0-450 meter atau sbb:
function wavelenvsth
% _____________________________________________________
% Fungsi ini untuk mendapatkan nomograph yang menunjukkan hubungan yang ada
% Antara panjang gelombang, periode gelombang dan kedalaman air dengan dispersi
% Persamaan.
%
% 0.
Sintaks:
%>> Wavelenvsth
%
% 1.
Input:
% Tidak ada.
%
% 2.
Hasil:
% Nomograph.
%
% 3. Contoh:
%>> Menjalankan (wavelenvsth)

% 4. Catatan:
% - Hanya yang diperlukan untuk menjalankan fungsi.
% - Dalam nomograph, adalah mengaktifkan modus kursor data dalam rangka
% Mendapatkan panjang gelombang dan kedalaman bimbang dalam fungsi periode air.
% - Kedalaman gelombang dalam meter.
% - Panjang gelombang dalam meter.
% 5. Referents:
%      Darlymple, R.G. and Dean R.A. (1999). Water Wave Mechanics
%              for Engineers and Scientist. Advanced Series on Ocean Engineering, Vol. 2
%              World Scientific. Singapure.
%      Le Mehuate, Bernard. (1976). An introduction to hidrodynamics and water waves.
%              Springer-Verlag. USA.
%
% Gabriel Ruiz.
% Jun-2006
% UNAM
%_______________________________________________________________________

%%%%%%%%%%  M A I N      F U N C T I O N   %%%%%%%%%%
% clear all; clc;
 h = 1:1:120;
    g = 9.81;
        T = 4.5;
            dh = h';
        m=1;
    fg =figure('Menubar', 'none', 'Name', 'Wavelength vs Period and Depth', 'NumberTitle', 'off',...
                    'Position' , [ 6 37 1011 697 ] , 'Color' , [ 0.87 0.87 0.87 ]);

    while T ~= 17
       
        for i=1:120
                    con = 1;
                        l(con) = 0;
                    l(con+1) = 1.56 * T ^ 2;
                   
                    while abs( l(con+1) - l(con) ) > 0.0001,
                                l(con+2) = ( ( 9.81 * T ^ 2 ) / ( 2 * pi ) ) * tanh( ( 2 * pi * h(i) ) / l(con+1) );
                                con = con + 1;
                    end
                   
                    L(i) =  l(con);
                    k = ( 2 * pi ) / L(i);
        end
       
        Ls{1,m} = L';  
            hold on
                fgh =plot(dh,Ls{1,m});
                    xlabel('Kedalaman Perairan (h), meter');
                        ylabel('Panjang Gelombang (L), meter');
                    xlim( [ 1 120 ] )
                set(fgh,'Color',rand(1,3));
            set(gca,'Box','on');
        drt = title('Panjang gelombang VS Periode dan Kedalaman', 'HorizontalAlignment' , 'center' , 'FontWeight', 'bold');
            set(gca, 'XGrid', 'off', 'XMinorTick', 'on' , 'YGrid' , 'off' , 'YMinorTick' , 'on', 'Fontsize', 8 );
                m = m+1;
                    T = 0.5+T;
    end
   
    T= 4.5:0.5:17;
        hj =length(T);
    textos2 = 'T = ';
   
    for i = 1 : hj
            stringer{i,1} = num2str(T(1,i));
            textos{i,1} = horzcat(textos2,stringer{i,1},' s');
    end
        asdk = legend(textos, 'Location', 'EastOutside');
            set(asdk, 'FontSize', 6);
                clc;
            datacursormode on;                       
        dcm_obj = datacursormode(fg);
       fundat = str2func('camdatos');
    set(dcm_obj, 'DisplayStyle', 'Window' , 'UpdateFcn' , fundat)
%%%%%%%%%%%%    AKHIR DARI MAIN FUNCTION %%%%%%%%%%%%%

function [txtdcm,pos] = camdatos(empt,event_obj)    %% Subfunction 1
pos = get(event_obj,'Position');
txtdcm = {['Water Depth: ',num2str(pos(1))] , ['Wave Length: ',num2str(pos(2))]};

% End of Subfunction 1
=====================================================================
Maka setelah dieksekusi program ini akan menghasilkan tampilan sbb:


1 comment:

  1. kita juga punya nih artikel mengenai 'MATLAB', silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1229/1/50407547.pdf
    terimakasih

    ReplyDelete